Kamis, 29 Oktober 2009

khasiat kayu Secang :)


Beberapa waktu yang lalu,sepulang dari KKL di Bali, kulit badan sekitar leher ku terasa gatal2..(mungkin gara2 nyemplung di air laut waktu naik banana,pikirku^^).Gatal nya mirip bercak2 keringet buntet,pengennya digaruk terus..sudah kuberi bedak gatal,tapi bercak dan rasa gatelnya masih terasa(walaupun sedikit berkurang). Begitu cerita ke Ma2hna Honey,langsung ditawari nyoba mandi pake air rebusan kayu sechang. Diambil sejumput,trus direndam beberapa menit di dalam air hangat, lalu dibuat mandi^^Sehari 3x sudah berjalan 3hari ini.Bercak gatalnya mengering, dan rasa gatalnya hilang. Bahkan jerawat yang ada diwajah juga kubasuh pake rendaman air tersebut, juga ikut mengering^^. Penasaran juga apa itu kayu sechang?? lucu sih, begitu direndam,airnya bisa jadi berubah warna merah strawberry^^ Berikut info tentang kayu sechang..

Secang (Caesalpinia Bonducella Flemm / C. Sappan Linn)
Pohon secang tumbuh dimana-mana, ditanam sebagai pagar hidup atau pohon liar, pohonnya penuh duri, kayu gubal berwarna putih sedang bagian terasnya berwarna merah darah. Rendaman atau seduhan air panas kayu secang ini berwarna merah dikenal sebagai obat manjur penyakit gatal, biang keringat atau penyakit lain yang ditandai keluarnya darah seperti demam berdarah, mimisan, muntah darah, berak darah bahkan penyakit darah tinggi, juga untuk menyembuhkan penyakit gula darah (DM), jantung, infeksi ginjal dan lever.
Tanaman berkayu ini bisa mencapai tinggi 10 meter. Tanaman ini menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl., seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perdu atau pohon kecil, tinggi 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, warnanya hijau kecoklatan. Daun majemuk menyirip ganda, panjang 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasang yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, warnanya kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak warnanya hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, warnanya kuning kecoklatan. Panenan kayu dapat dilakukan mulai umur 1-2 tahun. Kayunya bila digodok memberi warna merah gading muda, dapat digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman atau sebagai tinta. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.

Kayu ini biasanya dimanfaatkan bagian batangnya untuk bahan baku pewarna makanan, kue, minuman, kain, anyaman serta tinta. Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering kemudian direbus dengan air dan disaring.

Kayu secang bertuah anti roh jahat, pelarisan dagangan dan menolak santet. Untuk pelarisan seyogyanya semua tempat barang dagangan dan lantai took dipel dengan air rebusan secang dan bagian depan tempat usaha disiram dengan seduhan secang setiap pagi sebelum toko buka.

3 komentar:

  1. ternyata bisa penangkal santet jg ya? ckckck.... salam kenal Gan...

    maen2 ksini dunk:
    http://obatherbaldarahtinggi.wordpress.com/

    BalasHapus
  2. oooo begitu ,,,,, cobain akh

    BalasHapus
  3. apa bila anda butuh kayu secang , kami siap bantu, sms ke 082128590000

    BalasHapus